Klinikana: Makanan Sehat
Info Terbaru :

Latest Post

Showing posts with label Makanan Sehat. Show all posts
Showing posts with label Makanan Sehat. Show all posts

Agar Badan Sehat dan Bugar Sepanjang Hari

Written By Klinikana on 22 November 2012 | 19:47

  
KLINIKANA - Badan sehat dan bugar siapa sih yang tidak mau? Nah pada kesempatan kali ini KLINIKANA akan memberikan beberapa tips membuat badan sehat dan bugar sepanjang hari. Kalo begitu langsung saja ya kita baca tips-tips apa saja yang bisa menjadikan badan kita sehat dan bugar:

Tips 1:
Terapkan pola makan yang sehat, seimbang, dan teratur. Makanlah makanan yang menyehatkan dan yang banyak mengandung elemen-elemen penting yang baik bagi tubuh seperti vitamin, mineral, kalsium dan lain-lain. Disamping itu juga banyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran sebagai penyeimbang kesehatan tubuh.

Tips 2:
Perbanyak minum air putih minimal 8 gelas atau setara 2 liter air, karena banyak minum dapat dapat memperlancar pencernaan, menetralisir racun dalam tubuh, membuat tubuh sehat dan bugar, mengencangkan kulit wajah, menurunkan berat badan, meningkatkan kesuburan, dan mencegah penyakit berbahaya seperti kanker, penyakit ginjal batu, penyakit jantung dan penyakit hati. Selain itu manfaat air putih juga dapat mengobati penyakit stroke.

Tips 3:
Olahraga yang rutin sangat efektif untuk membuat badan sehat dan bugar serta mampu menjadikan badan lebih indah atau bagus. Sediakan waktu untuk olahraga pada pagi dan sore hari agar badan selalu fit.

Tips 4:
Selalu berpikir positif dalam diri, sehingga pikiran menjadi tenang dan nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan juga selalu memotivasi dalam diri agar selalu optimis sehingga mampu membangkitkan aura postif.

Tips 5:
Berikan istirahat yang cukup pada tubuh karena setelah seharian melakukan aktivitas maka tubuh menjadi lelah, sehingga butuh istirahat untuk mengembalikan atau membangkitkan kembali kebugaran tubuh.

Semoga bermanfaat.


Tips Memilih Asupan Makan untuk Anak

Written By Klinikana on 20 November 2012 | 19:44

KLINIKANA - Perkembangan anak yang baik adalah dambaan setiap orang tua. Oleh karena itu demi pertumbuhan dan perkembangan sang buah hati yang tumbuh sehat cemerlang, maka para orang tua harus pintar dalam memilih dan menjaga asupan gizi anak melalui makanan yang kaya akan serat gizi dan baik untuk tumbuh kembang anak.

Berikut ini adalah tips memilih asupan makan yang sehat dan bergizi untuk anak:

  1. Berikan ASI pada balita. Jangan mengganti dengan susu formula, setidaknya pada tahun pertama usia balita. ASI merupakan imun yang paling efektif pada anak.
  2. Usahakan masak sendiri atau ada di bawah pengawasan anda. Dengan memasak sendiri, kita bisa menjamin makanan yang di masak higienis dan tidak ada campuran bahan-bahan kimia seperti MSG.
  3. Masaklah daging dan sayuran ketika masih dalam keadaan segar, karena dalam makanan yang masih segar belum banyak nutrisi yang hilang.
  4. Buat makanan yang memikat daya tarik anak. Perbanyak variasi sehingga anak tidak bosan mengkonsumsi sayuran. Tambahkan beberapa bumbu masak alami untuk menyiasati anak yang mudah bosan dan menghindari sayuran.
  5. Jika terpaksa harus makan di luar, carilah rumah makan atau restoran yang menyediakan menu sehat. Saat ini sudah banyak restoran yang menjamin masakannya tanpa tambahan MSG. Untuk catering, pilih jasa catering yang menyediakan bumbu alami.
  6. Bersikaplah konsisten pada anak. Jangan memberikan makanan yang tidak sehat hanya karena anak menangis. Juga jangan memberikan makanan yang tidak sehat sebagai hadiah bagi anak. Semakin dini anda membiasakan anak, akan semakin mudah dijalankan ketika anak beranjak remaja.

Awas! Ada Bahaya Teh di Balik Kenikmatannya

Written By Klinikana on 18 November 2012 | 19:40

KLINIKANA - Teh memang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Namun, bila disajikan pada saat yang tidak tepat, ternyata teh dapat membahayakan kesehatan. Apa saja yang membahayakan dan perlu dihindari? Simak uraian berikut.

1.Minum teh setelah makan.
Minum teh setelah makan dapat menyebabkan zat besi yang ada dalam kandungan makanan tidak dapat diserap oleh usus. Akibatnya orang yang selalu minum teh setelah makan akan kekurangan zat besi. Zat besi dalam makanan berguna untuk membentuk sel darah merah atau eritrosit. Kekurangan zat besi menyebabkan penyakit "anemia defisiensi besi".

Mengapa demikian? Karena teh mengandung zat berupa tannin dan catechin. Zat-zat ini akan mengikat zat besi yang ada dalam makanan. Karena zat besi (Fe) bersenyawa dengan tannin dan catechin, usus tidak mampu menyerap zat besi tersebut.


2. Minum teh panas dan dingin (es teh)
Dalam kondisi cuaca dingin, atau setelah sarapan pagi, teh yang dituangkan dalam keadaan panas memang sangat nikmat. Tapi ternyata teh dengan suhu di atas 70 derajat celcius beresiko menyebabkan kanker tenggorokan delapan kali lipat lebih besar bila dibandingkan meminumnya dalam keadaan hangat (di bawah 65 derajat celcius). 

Sebaiknya tunggulah beberapa menit agar teh menjadi hangat sebelum di minum.

Lain lagi bila dalam kondisi haus dan cuaca sedang panas, meminum segelas es teh manis terasa menyegarkan. Namum, di balik kesegarannya, es teh (manis) menyimpan potensi merugikan bagi kesehatan. Es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia yang dapat menyebabkan ginjal. Batu ginjal terbentuk dari mineral dan garam, biasanya keluar bersama dengan urin. Tapi dalam kondisi tertentu dapat mengendap dan membatu dalam kandung kemih.

Bagi penggemar es teh (manis), perbanyak mengkonsumsi makanan yang tinggi kalsium, karena dapat mereduksi timbunan oksalat, dan jangan lupa memperbanyak minum air putih.

3. Minuman teh untuk bayi.
Jangan sekali-kali memberikan minuman teh untuk bayi, baik teh manis maupun teh pahit, terutama bayi yang berumur di bawah 6 bulan. Kandungan teh berupa kafein dan tannin berbahaya bagi bayi di usia tersebut, karena fungsi organ bayi belum sempurna.

Kafein dapat mempengaruhi sistem syaraf otak bayi, membuat bayi gelisah dan sulit tidur, padahal tidur merupakan fase perkembangan yang penitng bagi pertumbuhan bayi. Kafein juga mampu merangsang pernafasan, sehingga mengganggu kinerja jantung sikecil. Selain itu, kadar kafein pada bayi mengendap lebih lama dibandingkan pada orang dewasa, karena bayi masih susah memetabolisme zat kafein yang masuk ke tubuhnya.

Tannin yang mengikat mineral besi dalam makanan, membentuk asam tannat. Tannat akan keluar bersama feses, sehingga mineral besi keluar dari tubuh dengan sia-sia. Hal tersebut dapat menyebabkan anemia pada bayi. Asam tannat dalam teh juga dapat mempengaruhi penyerapan vitamin B dalam tubuh, sehingga bayi mengalami defisiensi vitamin.

4. Minuman teh untuk penderita batu ginjal
Bagi penderita batu ginjal dan orang yang memiliki kecenderungan pembentukan batu ginjal, minum teh sangat tidak dianjurkan. Kandungan oksalat (oxalate) selain memicu pembentukan batu ginjal, juga dapat menyebabkan kerusakan pada kandung kemih. Untuk mengurangi resiko ginjal, gantilah air teh dengan air putih sebagai minuman sehar-hari.

Kesehatan

More on this category »

Gaya Hidup

More on this category »
 
Support : Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. Klinikana - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger